Ini 6 Alasan Kenapa Tertawa Itu Menyehatkan

Secara umum, kita telah telah mengetahui jika tertawa merupakan salah satu cara terbaik untuk mengatasi stres, dan ilmu sains telah mendukungnya. Seperti seseorang yang depresi, penuh tekanan butuh dihibur untuk meringankan beban tekanannya.

Lebih lanjut, penelitian mengenai tertawa telah ditemukan jauh dari penemuan sebelumnya. Penelitian mengungkapkan jika tertawa ialah obat ampuh dengan kekuatan ibarat seperti “virus menular”, yang mana hal tersebut mengandung banyak manfaat bagi pikiran dan tubuh.

Lebih lanjut, Berikut 6 temuan alasan tertawa itu menyehatkan.

  1. Tertawa Adalah Cara Melepas Endorfin Yang Manjur.

Salah satu studi terbaru tentang mengenai tertawa menunjukkan bahwa tertawa dengan orang lain melepaskan endorfin terhadap mereka disekitar kita.  Endorfin sendiri yakni menimbulkan perasaan senang dan nyaman hingga membuat seseorang berenergi. Fungsi zat itu adalah untuk kekebalan tubuh. Artinya, selain mencegah memburuknya emosi kita, endorfin membentuk perasaan bahagia hingga merangsang timbulnya zat imunitas (wikipedia.com).

  1. Tertawa Berkontraksi Membentuk Ikatan Sosial

Efek endorfin yang dijelaskan di atas juga menjelaskan mengapa tertawa secara perspektif sosial dapat memiliki efek menebar. Hal tersebut beralasan karena menyebarkan endorfin ketika tertawa seperti pada saat dalam sebuah kelompok/komunitas dapat mendorong rasa kebersamaan dan keamanan. Setiap otak dalam unit sosial adalah pemancar perasaan, ini memicu perasaan memiliki di otak lain melalui tawa.

Endorfin tersebut seperti halnya efek domino, itu sebabnya ketika seseorang mulai tertawa, yang lain akan tertawa meski mereka tidak yakin apa yang ditertawakan setiap orang.

  1. Tertawa Memupuk Konektivitas Otak.

Tidak semua tawa sama, dan ternyata decoding (pelepasan data/bentuk melalui sinyal) daripada tawa tersebut lebih menantang dari yang terlihat. Satu studi menemukan perbedaanbagaimana kita memandang. Misalnya, tawa yang menggembirakan versus tawa mengejek versus tawa menggelitik, yang masing-masing mengaktifkan hubungan antara daerah otak yang berbeda.

Semua ini mendorong bahwa tertawa memberi konektivitas wilayah otak yang ketat . Lebih lanjut bahwa otak kita berupaya untuk menguraikan jenis komunikasi yang akan datang.

  1. Tertawa Adalah Pusat Hubungan

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita tertawa sekitar 126% lebih banyak daripada rekan pria mereka, sementara pria tampaknya paling banyak menimbulkan tawa – dan ada aplikasi menarik dari hasil tersebut untuk bagaimana hubungan terbentuk dan dipertahankan.

Wanita biasanya menilai selera humor sebagai ciri utama untuk calon pasangan. Pria cenderung menilai wanita yang banyak tertawa (yaitu menertawakan lelucon mereka) lebih tinggi dari mereka yang tidak. Maka tidak mengherankan jika pasangan yang tertawa bersama melaporkan memiliki hubungan berkualitas lebih tinggi. Tertawa adalah hal yang tidak dapat dinegosiasikan untuk semua yang terlibat.

  1. Tertawa Memiliki Efek Yang Mirip Dengan Anti-Depresan

Tertawa dapat mengaktifkan pelepasan serotonin neurotransmiter, zat kimia otak yang dipengaruhi oleh jenis antidepresan yang paling umum. Namun, tidak jelas dari penelitian berapa lama efek ini mempengaruhi. Akan tetapi, ledakan aktivitas otak memicu tertawa tidak diragukan lagi manjur, setidaknya untuk periode waktu yang singkat.

  1. Tertawa Melindungi Jantung Anda

Penelitian telah menunjukkan bahwa tawa memiliki efek anti-inflamasi yang melindungi pembuluh darah dan otot jantung akibat efek merusak penyakit kardiovaskular. Bagaimana ini terjadi tidak sepenuhnya dipahami, tapi sepertinya terkait dengan mengurangi respons stres tubuh, yang secara langsung terkait dengan peningkatan peradangan. Tertawa yang teratur mungkin bisa menjadi bagian dari setiap program pencegahan penyakit jantung.

Leave a Reply

(*) Required, Your email will not be published